23 Februari 2010
45 comments

UU 44 / 2009: Secercah Harapan bagi Pasien Rumah Sakit?

Selasa, Februari 23, 2010
Sekitar dua pekan lalu, ada kejadian di sebuah rumah sakit di Surabaya yang membuat kita prihatin. Sepasang suami-istri, Gatot dan Sutiyasih, tidak dapat membawa pulang bayi mereka yang baru lahir karena mereka tidak mampu membayar biaya operasi caesar kelahiran sang bayi. Akibatnya, bayi mereka disandera oleh pihak rumah sakit.

Kejadian seperti itu bukanlah yang pertama. Banyak kita jumpai saudara-saudara kita yang tidak mampu menembus dinding tebal rumah sakit. Mengapa? Karena mereka bukan orang berada. Karena mereka tidak punya duit. Karena mereka orang miskin. Bagi rumah sakit, jika mau dilayani, harus ada uang. Jika kita menempatkan diri kita di posisi mereka, kita akan bisa merasakan betapa itu sangat tidak adil. Orang miskin tentu tidak minta sakit, tapi mendapatkan kesembuhan saat sakit adalah HAK.

Hanya beberapa hari setelah kejadian bayi disandera itu, ada sosialisasi UU No. 44 tahun 2009 tentang Rumah Sakit yang diselenggarakan oleh Kementrian Kesehatan. Lokasinya di Surabaya juga. UU yang disahkan pada Oktober 2009 itu diyakini dapat memberikan perlindungan lebih kepada pasien. Itu katanya orang Departemen Kesehatan. Benarkah ini secercah harapan bagi pasien? Atau nasib UU Rumah Sakit ini akan sama dengan UU 8/1999 tentang Perlindungan Konsumen yang sama sekali tidak pernah dipakai untuk melindungi konsumennya itu?

Memangnya apa sih hal penting yang diatur dalam UU 44/2009? Sehubungan dengan pelayanan kepada pasien, yang perlu kita pelototi adalah tentang TANGGUNG JAWAB rumah sakit. Hal itu terurai dalam Pasal 33 ayat 1 yang mengharuskan setiap rumah sakit memiliki organisasi yang efektif, efisien, dan akuntabel. Selain itu, rumah sakit harus menyelenggarakan tata kelola rumah sakit dan klinis yang baik. Selain soal rumah sakit, UU tersebut juga mengatur tanggung jawab pemerintah tentang pembinaan dan penyediaan kebutuhan rumah sakit sebagaimana mestinya.

UU 44/2009 juga mengatur kewajiban rumah sakit. Di antaranya, memberikan informasi yang benar tentang pelayanan. Juga, memberikan pelayanan kesehatan yang aman, bermutu, ANTIDISKRIMINATIF, dan efektif.

Bagaimana dengan hak pasien? Juga diatur di sana. Pasien sebagai warga masyarakat bisa mendapatkan kesadaran soal pelayanan. Pasien bisa mengeluh dan protes jika ada pelayanan rumah sakit yang janggal dan merugikan. Pernyataan itu ditegaskan oleh Budi Sampurna, Kabiro Hukum dan Organisasi Depkes.

Menurut Budi, UU tersebut belum sempurna. Dalam waktu dua tahun ke depan, semua instrumen mengenai UU tersebut sudah lengkap. Dalam UU itu nanti juga dibahas SUBSIDI PEMERINTAH kepada rakyat miskin.

Nah, dengan janji yang seharum mawar itu seharusnya tidak ada lagi perlakuan diskriminasi kepada pasien dari kalangan kurang mampu. Dengan UU 44/2009 seharusnya tidak ada lagi kasus seperti yang menimpa Gatot-Sutiyasih dan Prita Mulyasari. Benarkah? Wallaahu’alam…



.

45 comments:

  1. Jaga gerbang pertama nih.. syukurlah . semoga UU nya nanti bisa benar2 diterapkan n berpihak pada konsumen

    BalasHapus
  2. Kunjungan sore nih sob,, blognya gak dofollow lagi ya... kalau gitu linknya saya pindahkan ke link Partner di blog roll ya

    BalasHapus
  3. semoga pihak terkait dapat melaksanakannya dengan baik.
    salam cinta damai...

    BalasHapus
  4. Semoga saja UU itu benar-2 dapat membantu orang-2 yang kurang beruntung dalam mendapatkan pelayanan kesehatan. Makasih infonya ya..

    BTW, aku sekarang pindah alamat kesini : http://renijudhanto.blogspot.com

    BalasHapus
  5. Semoga saja UU itu benar-2 dapat membantu orang-2 yang kurang beruntung dalam mendapatkan pelayanan kesehatan. Makasih infonya ya..

    BTW, aku sekarang pindah alamat kesini : http://renijudhanto.blogspot.com

    BalasHapus
  6. Ok sob.. linknya dah saya pindah lagi.. makasih

    BalasHapus
  7. Moga2 aja nanti tak akan ada lagi kasus gatot dan sutiyasih serta prita2 lain lagi

    BalasHapus
  8. wah memang susah kalau ngomongi pelayanan mas, tapi semoga UU itu bisa diterapkan dengan baik deh :)

    BalasHapus
  9. tinggal penerapannya saja nanti termasuk pengaturan jam kerja para dokter .. yg baru datang pkl 10 atau 11 siang dan pkl 12 dah pergi lagi ke RS swasta lainnya

    BalasHapus
  10. kasihan >,<
    aku rajin bayar pajak, koq masih ada rakyat yg menderita karna kemiskinan sampe ga bisa bawa pulang anaknya
    jadi duit pajak slama ini dikemanakan *halah*

    BalasHapus
  11. mudah2an selain UU-nya, penerapannya pun bisa diperjuangkand engan benar... amin

    BalasHapus
  12. salam sobat
    semoga UU nya diterapkan,,
    agar para pasien terwujud harapannya.
    saya hanya mendukung UU tersebut mas Edwin.

    BalasHapus
  13. seharusnya pemerintah harus bisa lebih bijak dengan rakyat kecil, harus ingat, tanpa dukungan rakyat mau jadi apa mereka, tp kabanyak kacang pada lupa ama kulitnya

    y semoga aja iotu semua bisa benar2 terealisasi

    Jadilah Top Komentar dan Dapatkan Pulsa Gratis 50 ribu Setiap Bulannya

    BalasHapus
  14. mudah2an dehh dengan adanya undang2 ini
    pelayanan kesehatan di negara ini semakin baik

    BalasHapus
  15. dari jaman dulu harta emang lebih berkuasa

    BalasHapus
  16. selain dari semua itu yang selalu kita harapkan agar apa yang ada di dalam UU tersebut bisa dijalankan dengan baik dan benar2 dapat membantu serta meringankan rakyat miskin. Dan tak lupa pula kita selalu memohon dan berdoa kepada Sang Maha Pencipta agar kita selalu diberikan kemudahan2 serta kesehatan2 yang baik.

    BalasHapus
  17. selain dari semua itu yang selalu kita harapkan agar apa yang ada di dalam UU tersebut bisa dijalankan dengan baik dan benar2 dapat membantu serta meringankan rakyat miskin. Dan tak lupa pula kita selalu memohon dan berdoa kepada Sang Maha Pencipta agar kita selalu diberikan kemudahan2 serta kesehatan2 yang baik.

    BalasHapus
  18. semoga uu nya berdampak baik buat semua yah, dan pasien pun lebih d perhatikan

    BalasHapus
  19. semoga pasien tidak dirugikan oleh pihak pemberi layanan kesehatan yang mengejar keuntungan semata, bukan memberikan [pelayanan dengan "hati"

    BalasHapus
  20. peraturan lagi, apa sih d gak di atur di indonesia, semua peraturan baik dan bagu,
    tapi dalam praktek dan pelaksanaannya
    jauh dari apa yang diharapkan dari adanya peraturan tersebut

    BalasHapus
  21. pagi teman.... link udah aku pasang yah..... selamat liburan

    BalasHapus
  22. SEmoga benar" terealisasikan UU nya..

    BalasHapus
  23. Seharusnya, semua rumah sakit memberikan layangan gratis untuk masyarakat yang pendapatannya rendah, harus ada prosentsenya dan itu diketahui oleh masyarakat!

    BalasHapus
  24. Link segera kupasang, trims telah bersedia tukar link!

    BalasHapus
  25. Hal ini tidak normal, rumah sakit yang dibuat tidak hanya untuk orang-orang kaya. Semua dokter memiliki kewajiban untuk membantu semua jenis orang.

    BalasHapus
  26. UU 44/2009 ini sangat membantu rakyat kecil, dan orang pertama yg mempunyai gagasan ini sangat patut menjadi pemimpin bangsa kita.

    BalasHapus
  27. semoga kedepannya tidak terjadi diskrimanif2 lagi :)

    BalasHapus
  28. tentunnya semua rakyat kecil sangat mendukung UU 44/2009 ini

    BalasHapus
  29. Semoga jaminan untuk orang miskin lebih di perhatikan,, kasihan mereka,,, negara yang maju adalah negara yang bisa mengentaskan kemiskinan dari warga nya,,, kita masih jauh dari itu...

    BalasHapus
  30. Memang materialistis sangat mendominasi di zaman sekarang...

    BalasHapus
  31. Kapan ya, pengobatan bisa gratis, sehingga warga negara bisa sehat semuanya...

    BalasHapus
  32. Berita bagus sob, terimakash infonya,,,

    BalasHapus
  33. Kesehatan memang yang paling penting, bayangkan kalau 25% dari karyawan kantor kita sakit, tentu kita akan rugi banyak per hari,,, Untuk kita kesehatan patut kita jaga,,,, Dan semoga pemerintah memperhatikan pelayanansputar kesehatan

    BalasHapus
  34. Semoga undang-undang dibuat bukan untuk dilanggar

    BalasHapus
  35. semoga aja uu baru bisa lebih memperjuangkan nasib rakyat kecil

    BalasHapus
  36. sedih sekali kalau ada pasangan suami istri yang tidak dapat membawa pulang anaknya...semoga saja undang2 itu menbantu rakyat2 lemah...

    BalasHapus
  37. semoga UU nya diterapkan,,

    BalasHapus
  38. PT. RAJAWALI FIBREGLASS
    Kawasan Industri dan pergudangan
    Dadap-Tangerang 15211
    Telp : (021)55959139 - Hunting
    Fax : 5557221


    Sudiono Halim
    Telp : 0818602091
    E-mail : star.septic@gmail.com
    Website : www.septictankfibreglass.com

    BalasHapus
  39. bisnisonlinerumahan87.com mengatakan memperhatikan pasien itu penting, jangan hanya perhatiin yang kantongnya tebal

    BalasHapus
  40. terima kasih atas informasinya

    BalasHapus
  41. kurang y perhatian ,

    pemerintah harus lebih bijak lagi ..

    terutama untuk org miskin ...

    BalasHapus

 
Toggle Footer
Top