22 Juli 2009
20 comments

Teror Bom: Berkah bagi Pebisnis?

Rabu, Juli 22, 2009
Sudah hampir sepekan peristiwa teror bom yang mengguncang Jakarta berlalu. Sendi-sendi kehidupan sudah mulai menggeliat lagi, meskipun duka dan luka belum hilang. Kalau bicara soal nama baik dan reputasi Indonesia di mata dunia internasional, apa boleh buat, jeblok lagi setelah perlahan-lahan berhasil bangkit dari peristiwa-peristiwa serupa beberapa tahun lalu.

Tapi kalau bicara soal perekonomian, kita sudah teruji. Kejadian bom Bali I, bom Bali II, bom Kedubes Australia, dan bom JW Marriot I telah membuat kita kebal. Dampak yang dirasakan pada sektor perekonomian hanya sebentar. Seperti yang diungkapkan pengamat pasar uang Farial Anwar, berdasarkan peristiwa-peristiwa itu, anjloknya indeks harga saham dan nilai tukar rupiah hanya berlangsung seminggu, paling lama dua minggu pulih kembali.

Untuk jangka panjang, peristiwa teror bom juga tidak berpengaruh signifikan, hanya membuat kaget investor. Memang, akibat ledakan investor asing berhati-hati dalam menyikapi kondisi pasar ke depan. Namun, mereka tetap bertahan di Indonesia. Tidak seperti pada peristiwa-peristiwa bom sebelumnya yang membuat investor asing langsung pergi dari Indonesia.

Satu sektor yang biasanya sensitif sehubungan dengan adanya suatu kasus besar di negara kita adalah nilai tukar rupiah. Kita tahu kan, rupiah kita sangat rentan jeblok. Ada gonjang-ganjing politik, jeblok. Ada bencana alam, jeblok. Ada bom, yang dulu-dulu sempat bikin rupiah jeblok juga. Tapi untuk bom yang diledakkan lima hari lalu di Hotel Ritz Carlton dan JW Marriot, rupiah BERGEMING. Bukannya jeblok, malah menguat. Hari ini rupiah menguat 175 poin terhadap US dolar dibandingkan tanggal 17 Juli, saat ledakan itu terjadi.

Sebagai petugas bank, saya selalu mengamati pergerakan kurs mata uang. Pascaledakan bom Bali 2002, rupiah sempat anjlok. Dolar melompat naik. Nah, dalam kondisi demikian, banyak nasabah yang notabene pebisnis dan mempunyai rekening dolar beramai-ramai menjual dolarnya. Dengan kurs dolar yang sedang tinggi, berarti nasabah mendapat nilai tukar beli yang tinggi pula. Dengan begitu, ia memperoleh keuntungan yang besar. Langkah itu juga diambil para eksportir. Hasil pembayaran ekspornya sengaja disimpan di rekening valasnya, menunggu kurs US dolar berada di titik puncak. Nah, saat dolar diyakini sedang tinggi-tingginya, sang eksportir mencairkan dolarnya.

Tanpa disadari, momen seperti itu (kurs dolar tinggi) kerap dinanti oleh para pebisnis. Begitu pada gilirannya dolar turun, ada pebisnis yang nyeletuk, “Kapan ya ada bom lagi?”

Ketika bom meledak Jumat (17 Juli) lalu, saya berpikir hari Selasa (21 Juli) bakal banyak nasabah yang menanyakan posisi kurs dolar dan rupiah. Ternyata benar. Telepon kantor tak lelah berdering. Banyak sekali yang bertanya: “Berapa kurs dolar sekarang?” Mereka adalah nasabah saya, walk-in customer, maupun perorangan non nasabah. Ketika mendapati kenyataan kurs dolar justru turun, mereka pada dasarnya tak percaya, tapi mahfum karena prihatin terhadap kejadian yang menyedihkan itu.

Para pebisnis tentu saja tidak berharap ada teror bom supaya kurs dolar naik, sehingga mereka bisa mendapat keuntungan selisih kurs yang tinggi. Tapi ketika itu terjadi, rasanya mungkin lebih tepat kalau disebut sebagai ‘blessing in disguise’ atau ‘kesempatan dalam kesempitan’ :-) Itu sudah menjadi nature pebisnis kan: Manfaatkan setiap peluang, sekecil apapun…

Jadi, untuk kasus ini, saya minta anda tidak keburu memvonis para pebisnis sebagai orang yang tidak mempunyai sense of humanity.

20 comments:

  1. keduaaaxxx!!! HAHAHA..

    syukurlah, kita seharusnya memang bersyukur,,,atas kuat nya kita menghadapi berbagai cobaan yg datang silih berganti di indonesia,, selain itu,,kita harus bersyukur bahwa aksi teror kemaren itu termasuk aksi teror yg gagal...

    aksi teror menurut para ahli, adalah aksi yg menimbulkan teror berkepanjangan, dan berdampak seluas-luasnya. sedangkan aksi teror kemaren terkesan terburu-buru, tidak sesuai/melanggar jadwal terlihat dari ketidak kompakan dua teroris, dan klo mau menimbulkan efek panjang dan luas, mestinya dilakukan saat pertandingan MU dan Indonesia sehingga satu generasi sepakbola dua negara bisa hangus, dan menimbulkan efek yg jauh lebih luas bahkan lama sekali hingga piala dunia afrika nanti...
    Kesimpulannya ;
    Teroris Keparat yg Gagal.

    Bersyukurlah dan selalu bersyukur... Hidup Indonesia!.

    BalasHapus
  2. Ketigaxxx (ikut2an juga hahaha)

    Ternyata petugas bank yah, pantas banyak tahu soal bisnis dan ekonomi :).

    Benar juga yang ditulis diatas. Tidak pernah terpikir bahwa aksi pengeboman tersebut ada efek baiknya juga dari segi bisnis. Ya namanya juga awam di dunia bisnis, tidak sampai ke situ pikiranku. Aku hanya berpikir tentang efek buruknya, termasuk soal jatuhnya nilai rupiah.

    Tulisan mas Edwin baru menyadarkan aku bahwa kalau dolar naik terhadap rupiah adalah berkah bagi yang berpenghasilan dollar. Ini termasuk juga para blogger yang mendulang dolar dari blog.

    Wah, pasti pas bom meledak, para blogger rame-rame withdraw account PayPal mereka hehehe...

    BalasHapus
  3. ternyata dari setiap kejadian yang buruk pasti ada hikmahnya. Tapi bagi para pebisnis jangan ngarep ada bom lagi donk, khan kacian yang korban.

    BalasHapus
  4. Haii..numpang lewat sekalian ngeramein kolom komentar...

    Wah,,para pebisnis memang selalu cerdik mencari kesempatan dalam kesempitan...

    sebel banget sama para terorisss...
    Curhat mode: ON

    Yg penting blogger tetep:
    Happy blogging...

    Regards,
    Desti - Hamster Land

    BalasHapus
  5. @Distance Learning: Yup, sudah dong bomnya. bosen lagi liat bom teruzz...
    .
    @Arunaspot: Mas Aruna, sampeyan justru kasih ide bagus buat para teroris. ngebom stadion...awas dijadikan inspirasi lho... :-)
    .
    @Witho: Hehe, mas Witho juga cairin rek Paypalnya ya? Tapi kalo mau ngefek banget, saldonya juga harus gokil mas. karena selisih kursnya dikali saldo yg gede, dapetnya pasti wow bgt...
    .
    @Nathalia: Tul Mb Lia...hikmah di balik musibah. tapi nanti bisa dikira menari2 di atas penderitaan orang...
    .
    @Desti: Drpd ngebom, mending pelihara TIKUS bersih iya kan?...

    BalasHapus
  6. semakin berat ujiannya... spt mw ujian negara

    BalasHapus
  7. iya tambah berat aja, seperti ujian umum sebelas maret.. *APAAN KALE..

    hyhahaha..

    *keep komen2an bro ;)
    salam hangat,
    arunaspot.

    BalasHapus
  8. semoga kejadian ersebut merupakan yang terakhir kalinya :( jika sampe terulang kembali.. pastilah para teroris tersebut akan mendapatkan 'odol' sama 'ember plastik' yang tahan pecah dan sobek :(

    BalasHapus
  9. Edwin ...
    Kan ada pepatah:
    "Every Cloud has a Silver Lining"

    BalasHapus
  10. kalau dollar tinggi seneng, kalau pas ngirim jadi banyak, tapi kasihan yang dirumah, dikirim segitu apa2 mahal duluan, bingung (kok jd curhat? hehe...)
    kerja di bank ya mas? (hasil baca2 komentar di atas nih...)
    makasih sharingnya.

    BalasHapus
  11. pak/bu presiden baru... bertambah lagi tugasnya untuk segera memulihkan keadaan....
    BTW Indonesia BOLEH....!!!

    BalasHapus
  12. Oh, ternyata ada hikmah positifnya juga ya...
    Mdh2an Indonesia bisa bertahan dari segala ujian ini.
    Kami tidak takut, Indonesia Unite!

    BalasHapus
  13. ya semoga besok-besok kaum kapitalis itu yg kena bom nya.....

    BalasHapus
  14. Seperti pepatah mengatakan "Badai pasti berlalu"

    BalasHapus
  15. biar keki tuh yg ngebom mas edwin Indonesia gak ngaruh ke ancaman yg begituan buktinya tuh Rupiah trs menguat......You Go Indonesia !! against to terorist....vi$it you todat w/ my $mile one.....have a great weekend.....

    BalasHapus
  16. semoga ekonomi Indonesia tambah tangguh, dan politik aman

    BalasHapus
  17. maju terus keadaan ekonomi dan aman selamanya

    BalasHapus
  18. terima kasih atas informasinya

    BalasHapus

 
Toggle Footer
Top