17 Juli 2009
22 comments

MU Memang Tak Pernah Datang

Jumat, Juli 17, 2009
“MU gak kiro teko mrene. Nek sampek mrene, Bapak budhalno koen nang Jakarta, Cung…”

Saya ingat betul kata demi kata dalam kalimat bahasa Suroboyo-an di atas. Itu ucapan almarhum bapak saya yang artinya: “MU nggak mungkin datang ke sini. Kalau sampai ke sini, Bapak berangkatkan kamu ke Jakarta, Nak…”

Waktu itu saya dan bapak saya sedang berdebat tentang sepak bola sambil menonton pertandingan antara Manchester United (MU) kontra Liverpool di TV. Kebetulan, kami berdua adalah penggemar Liga Inggris. Tapi klub favorit kami berbeda. Saya demen MU, sedangkan bapak saya fanatik Liverpool. Tidak hanya MU dan Liverpool yang sedang bertarung, saya dan bapak saya juga.

Saya berandai-andai MU juga datang ke Indonesia. Dasar ‘seteru’, bapak saya tak mau kalah. Beliau berusaha mementahkan harapan saya melihat MU langsung di Indonesia. “Jangan berharap. Harusnya Liverpool yang ke sini. Kalau nggak bisa ya sudah. Pokoknya jangan MU yang ke sini,” begitu bapak memrovokasi saya.

Hehehe, tentu saja semua itu cuma bercanda. Memang kalau sudah bicara sepak bola, saya dan bapak memang tidak pernah akur. Punya ‘aliran’ berbeda. However, Bapak adalah teman klop saya untuk urusan sepak bola. Beliau orangnya gibol banget. Tak heran sih, karena waktu muda bapak saya adalah pemain bola. Coba lihat foto jadul di atas. Itu adalah foto bapak saya (bertanda “X”) bersama tim PSAD Bhaskara Jaya Surabaya. Foto itu diambil tahun 1960-an. Konon, bapak saya dikenal sebagai bek tangguh. Beliau pun pernah dipanggil membela Persebaya Surabaya, meskipun tidak lama. Itu pasti karena banyak pemain lain yang lebih hebat, hahaha.

***

Yes, akhirnya MU benar-benar MAU datang. 20 Juli adalah hari yang saya nanti. Memang sih saya tidak berangkat ke Jakarta. Cukup nonton di TV, sudah puas kok. Yang penting saya bisa melihat pemain-pemain favorit saya ‘merumput’ di Gelora Bung Karno. Ryan Giggs, Wayne Rooney, Van der Saar, bintang baru Frederico Macheda, plus Michael Owen. Melawan pemain-pemain kita. Wow, SENSASI luar biasa!

Saya teringat perdebatan dengan almarhum bapak kala itu. Saya menang, seharusnya bapak beliin saya tiket nonton MU ke Jakarta, begitu pikir saya. Saya pun tersenyum. Bahkan, saya merasakan mata berkaca-kaca mengenang kebersamaan itu. Atau paling tidak, seandainya bapak saya masih hidup dan ternyata tidak punya uang untuk membayari saya ke Jakarta, ya cukup nonton TV bareng lagi juga tak apa-apa. Meskipun mungkin sepanjang nonton bapak sewot terus gara-gara saya ejek terus.

BLAAAR…!!!

Tak diduga tak dinyana, bagaikan mimpi di pagi bolong. BOM meledak lagi di Jakarta. Hotel Ritz-Carlton dan JW Marriot serta tol Muara Angke jadi sasaran. Seketika, Indonesia pun MERADANG. Saya tak percaya saat tadi pagi melihat kenyataan itu di TV. Sedih, sakit. Melihat negara ini yang sudah mulai bangkit dari tragedi-tragedi serupa beberapa tahun lalu, kini harus menangis lagi. Apa kata dunia? Mereka pasti beramai-ramai mengutuki kita lagi :-(

Dan ternyata almarhum bapak saya benar: MU memang tak pernah datang ke Indonesia.

22 comments:

  1. Padahal sudah menanti penuh harap kedatangan MU ke Indonesia. Walaupun hanya bisa nonton di TV, tapi ingin sekali lihat kemampuan pemain-pemain Indonesia menghadapi MU.

    Ini gara-gara aksi bodoh pasang bom segala, semua acara jadi batal...

    BalasHapus
  2. wah saia terharu dg "pertarungan" bapak dan anak ini..hehe...

    link anda segera terpasang bro..silahkan cek blog saia section Link Kawan,,

    keep komen2an yah ;)

    BalasHapus
  3. ceritanya mengenang alm. bapak nih? pic nya bagus, jadul banget...kok masih punya?
    iya dengar ada bom lagi, jadi sedih...Indonesia berduka lagi...

    BalasHapus
  4. @Witho: Iya nih mas, jadi gigit jari. Jadi iri lihat MU main di Malaysia. main dua kali lagi ... nasib. nasib...
    .
    @Arunaspot: Ingat kenangan lama mas, bapak saya emang pernah bilang begitu dulu. Btw, salam kenal. keep kirim komen yach...
    .
    @Mb Narti: Saya teringat memori lama Mb. Soal foto jadul, saya simpan semua foto bapak saya. beliau emang suka olah raga. ada foto sepak bola, voli, dan judo. sertifikat juga banyak. lho kok jadi pamer... Gpp yah, kapan lagi membanggakan bapak saya. heheh. jadi kangen nih ihik ihik...

    BalasHapus
  5. mudah2an MU jadi Ke INDO

    BalasHapus
  6. @Alfi: Waduh gak mungkin deh mas alfi, hari ini dipastikan batal setelah kemarin sempat dilobi lagi. timnas juga sdh dipulangkan. ga tau ya berapa puluh tahun lagi MU mau kesini ...

    BalasHapus
  7. Edwin ...
    Posting yang menyentuh hati.
    Mendorong saya untuk lebih dekat dengan ayah saya yang sudah sepuh.

    BalasHapus
  8. @Harry Nizam H: Betul mas Harry, setelah ditinggal orang tua, kita baru merasa pengabdian dan rasa terima kasih kita masih kurang. Bapak saya meninggal 21/12/2005. waktu itu saya sdh menikah 7 bln, tapi belum punya anak, rumah, dan mobil. setelah saya punya semuanya skrg (alhamdulillah), saya terharu karena bapak saya belum sempat melihatnya.

    BalasHapus
  9. sayang sekali ya mas, MU nggak jadi datang. Padahal khan jadi kebanggaan juga tim kita bisa lawan mereka. Gara2 bom semuanya jadi buyar. deh..kesel banget deh, jadi marah nih

    BalasHapus
  10. @Nathalia: Iya nih mb Lia, kan kesempatan langka tuh. Dulu Chelsea dan Bayern Munich pernah ke sini, tapi yg main tim cadangan. MU kan beda, tampil full team. Tapi inilah kenyataannya...

    BalasHapus
  11. iya sangat disayangkan sekali MU gak jadi datang... padahal dah pengen banget liat Bambang Pamungkas bikin gol disarang MU

    BalasHapus
  12. @Distance Learning: "BP cetak gol ke gawang MU. Skor berubah menjadi 10-1" Hehehe becanda Mas Budi. Habis kecewa sih MU ga kesini...

    BalasHapus
  13. akhirnya mereka main yang kedua kali di negri sbelah.... :-(

    dan provider three 3 pun mengalami kerugian 35 miliar.....

    set dah....

    BalasHapus
  14. @Mas Edwin: iya nih.. padahal dah semangat bergelora "Garuda di Dadaku" yaa semoga di lain waktu bangsa kita dapat membuktikan kesaktian tim sepak bolanya melawan tim2 sekelas MU

    BalasHapus
  15. hayo siapa yang salah yah...
    teroris atau keamanan...???

    BalasHapus
  16. seru banget beda aliran jadi ramai

    BalasHapus
  17. terima kasih atas informasinya

    BalasHapus

 
Toggle Footer
Top