07 Juli 2010
39 comments

Sakit Mata

Rabu, Juli 07, 2010
Sudah hampir dua bulan ini, ‘wabah’ sakit mata menyerang kantor saya. Hampir setiap hari, secara bergiliran, selalu ada teman saya yang menjadi korban. Ciri-cirinya jelas: mata merah, berair, dan kadang tampak sipit. Setiap kali “Zombie” –manusia bermata merah- muncul, manusia-manusia yang lain selalu berteriak histeris, takut tertular.

Tak diduga, dua hari lalu giliran saya yang menjadi “Zombie”. Usai makan siang, tiba-tiba saya merasakan ada yang aneh dengan mata kanan saya. Terasa berat dan mengeluarkan belek (apa sih namanya kotoran pada mata itu?). Semakin sore mata saya semakin merah dan mulai terasa perih. Saya pun pulang cepat, menyelinap dan meninggalkan acara tumpengan memeringati HUT Bank BNI ke-64 yang mulai digelar di banking hall.

Semula saya pikir saya tertulari seorang kawan saya di bagian penjualan yang hari itu ‘sedang mendapat giliran menjadi Zombie’. Namun, setelah saya tiba di rumah, saya mendapati Rasha –anak saya- menyambut saya dengan mata kanan agak merah dan sipit. Lho? Rasha juga sakit mata? Saya pun segera menelepon istri saya yang masih di kantor untuk mengabarkan hal itu. Tahu kata istri saya? “Lho, aku juga sakit mata!”

Alamak, kok tiba-tiba satu ‘dinasti keluarga’ terkena sakit mata secara bersamaan. Selidik punya selidik, ternyata yang menjadi ‘virus agent’-nya adalah Narni, pengasuh Rasha :D

Saya pun bolos kerja kemarin. Setelah berobat ke dokter mata kemarin siang, kondisi mata saya berangsur membaik. Demikian juga istri dan anak saya. Hari ini pun saya masuk kerja, meskipun ‘pengaruh Zombie’ belum sepenuhnya hilang. Meskipun beberapa teman kantor saya ‘histeris’ begitu melihat saya :D

Seumur-umur, baru kali ini saya pergi ke dokter mata. Padahal kita dianjurkan secara rutin memeriksakan mata kita. Seperti yang saya baca tadi siang dari Reader’s Digest, inilah alasan terkini mengapa kita harus rajin memeriksakan mata: Tanda sekecil apa pun di mata dapat memberitahu dokter apakah kita berisiko terkena stroke atau tidak.

Biasanya dokter mata memeriksa bola mata menggunakan ophtalmoscope atau mengambil foto untuk memeriksa adanya perubahan pada retina yang dapat menjadi gejala retinopathy – pembengkakan atau pemecahan pembuluh darah kecil pada retina. Semua itu dapat memberitahu dokter akan adanya gejala penyakit diabetes, tekanan darah tinggi, bahkan dalam beberapa kasus, kanker.

Dalam sebuah penelitian di Australia, para ahli mengamati foto bola mata 3.654 orang. Mereka yang menderita kerusakan pembuluh darah pada bola mata ternyata 70% lebih mungkin terserang stroke dalam tujuh tahun mendatang, dibandingkan mereka yang tidak rusak. Salah seorang ahli mata dalam penelitian itu, Paul Mitchell, tengah melakukan penelitian apakah pengobatan untuk menurunkan tekanan darah juga dapat mengurangi risiko stroke.

Sebelum penelitian itu menunjukkan hasil, ada baiknya kita rutin memeriksakan mata ke dokter, dan berkonsultasi akan adanya risiko retinopathy dan stroke. Jangan seperti saya yang baru ke dokter mata setelah menjadi “Zombie”.


.

39 comments:

  1. Aneh walaupun kita berjauhan, ditempat saya juga terjadi wabah sakit mata! Memang cepat penularannya! Semoga lekas sembuh!

    BalasHapus
  2. Mohon ijin menempatkan blog ini di daftar blog dofollow di blog saya, trims!

    BalasHapus
  3. Alhamdulillah tempat saya belum dapet giliran.. hemmm..

    BalasHapus
  4. Halo Edwin,
    Sakit mata memang sangat tidak nyaman.
    Baru melihat orang sakit mata saja kita sudah takut dan ingin menghindar.

    BalasHapus
  5. aku dulu pernah kena itu mas, gawatnya yg ketularan malah pacarku n keluarganya hehehe

    BalasHapus
  6. wah serem sakit mata >,< ak takut soalnya jadi jelek kalo lg sakit mata hehehe

    masih merah ga mas, moga2 udah ga yah ^____^

    BalasHapus
  7. wah rasanya virus zombie ini mulai merebak lagi. besok2 pake sun-glasses lah kalo keluar rumah, biar sekalian gaya! hihi.
    aku juga baru tau mata bisa mengidentifikasi gejala penyakit sroke dll. wah terima kasih udah membagi info, om! (aku bingung mesti panggil apa. hihi)

    BalasHapus
  8. informasi yang sangat bermanfaat Pak Edwin, karena selama ini yang kita tahu penyakit mata (merah) sakit biasa yang akan hilang dengan sendirinya.

    BalasHapus
  9. Sakit mata memang tidak mengenakkan. Saya juga pernah sakit mata gara2 saya kucek terus :D

    BalasHapus
  10. Sakit mata memang cepat sekali menularnya!

    Saya juga jarang ke dokter mata nih, terima kasih sudah mengingatkan...

    BalasHapus
  11. salam sobat
    wah harus rutin periksa mata nich.
    ngeri kalau ada wabah sakit mata gitu.
    pakai kacamata hitam mas, biar tidak ketularan.

    BalasHapus
  12. akhir2 ini mata saya sering gatal dan setiap pagi & sore saya teteskan obat mata yang bebas, makanya jarang sekali berada di depan komputer, apakah ini gejalanya yaaa.... harus cepat2 ke dokter nih. Semoga tidak terjangkit penyakit yang ada dan saya berdoa kepada Mas Edwin & kel semoga diberikan kesembuhan serta bisa beraktivitas kembali seperti biasa.
    sukses selalu Mas Edwin & tetap semangat

    BalasHapus
  13. Waduh sakit mata paling ga enak tuh Sob..klo bisa jadi kaya Vampir sih gpp, nah ini buat melek aja setengah mati haha.......kabuuur....ntar ketularan lagi haha.....

    cepet pulih Sob...Happy blogging!!!

    BalasHapus
  14. dak jadi komen takut ketularan lagi....

    BalasHapus
  15. Sakit mata memang berbahaya. Saya dulu pernah mengalami hal serupa disebabkan saya menatap langsung mata tetangga saya. Penyebaran virus begitu cepat.

    link balik yah,,

    BalasHapus
  16. memang lagi musim kyknya di hari2 penuh debu ini....... wow, nice info gan, ternyata ada penelitian kyk gtu y...... hmmmm

    BalasHapus
  17. hati-hati sakit mata cepet nular

    BalasHapus
  18. Oh gtu ya,,, ternyata penting juga ya rutin periksa mata ke dokter mata,, makasih infonya,,, semoga kita semua diberi kesehatan,,,,

    BalasHapus
  19. Wah kok jadi sekeluarga kena semuanya,,, hehe,,,, Makasih infonya gan, saya jadi lebih tahu pentingnya periksa ke dokter mata,,,

    BalasHapus
  20. Informasinya sangat bermanfaat nih,,, Himbauan [entingnya periksa rutin ke dokter mata,,, makasih gan,,,,

    BalasHapus
  21. biasanya kan sakit mata itu menular,,hehehe

    BalasHapus
  22. sakit mata memang mengganggu banget gan, apalagi klo sedang kerja, uih nyerinyaaa...

    BalasHapus
  23. thanks sob, infonya. musti rajin cek mata nih. sakit mata memang mudah jadi endemi sih

    BalasHapus
  24. Memang sakit mata kadang bikin jengkel,, kita jadi dikucilkan gra2 yang satu ni,,,,,

    BalasHapus
  25. Wah,,,,, Sekeluarga jadi terserang nih,,,

    BalasHapus
  26. Memang nyebelin kalau terkena sakit mata,,,,

    BalasHapus
  27. Hati"...emang suka risih klo lgi skit mata....

    BalasHapus
  28. iya sakit mata itu penyakit yang paling cepat menular dan penyakit yang membuat kita dijauhi other

    BalasHapus
  29. sakit mata itu memang sangat mengerikan sekali.
    mangkan nya kita harus memeriksa mata sebulan sekali ke dokter supaya tidak terjadi sakit mata, dan harus menjaga kesehatan mata kita.

    BalasHapus
  30. pling ng' enak klo lagi sakit mata
    klo dibuat aktivitas rasanya berat bgt

    mampir" yakk
    http://www.the-netwerk.com

    BalasHapus
  31. aneh juga sih. gimana cara menularkannya ya?

    BalasHapus
  32. wisss,,,
    sangat berbahaya tuh,,,
    harus segera di atasin,,,

    BalasHapus
  33. sakit mata itu menular loh... jadi rawat mata kita yah..

    BalasHapus
  34. I got what you intend, thanks for putting up. Woh I am willing to reach this website finished google. Thanks For Share.

    BalasHapus
  35. One thing I have actually noticed is there are plenty of misconceptions regarding the banking institutions intentions if talking about home foreclosure. One delusion in particular would be the fact the bank needs to have your house. The lender wants your dollars, not the home. They want the money they lent you along with interest. Steering clear of the bank will draw the foreclosed final result. Thanks for your publication.

    BalasHapus
  36. Sebaiknya memang pencegahan dulu

    BalasHapus
  37. terima kasih atas informasinya

    BalasHapus

 
Toggle Footer
Top