31 Mei 2010
29 comments

Hutan Hijau vs Hutan Beton

Senin, Mei 31, 2010
Refleksi HUT Surabaya ke-717

Hari ini kota Surabaya merayakan hari jadinya yang ke-717. Begitu tua untuk sebuah usia. Dengan umur sepanjang itu, seperti apa rupa kota pahlawan ini? Apakah sudah begitu ‘dewasa’ dan menjadi kota yang nyaman bagi warganya?

Saya selalu kebingungan mencari jawaban pas setiap kali ditanya oleh teman atau kerabat dari luar kota yang hendak berkunjung ke Surabaya: “Tempat wisata yang paling enak di Surabaya di mana, ya?”

Ujung-ujungnya, saya selalu mengajak tamu saya ke mall. Ya, untuk yang satu ini Surabaya jagonya. Setiap waktu mall-mall baru bermunculan. Jika hingga dekade lalu mall-mall di Surabaya masih terkonsentrasi di pusat kota, kini mereka sudah merambah ke berbagai penjuru kota, termasuk wilayah-wilayah yang selama ini dipandang sebagai kawasan pinggiran.

Tampaknya, pengelola kota ini lebih suka kepada investor yang membangun pusat perbelanjaan daripada taman atau hutan kota yang hijau. Berhektar-hektar lahan dibebaskan untuk disulap menjadi hutan beton, bukan hutan pohon. Kenyataannya, semua pusat perbelanjaan yang ada memang selalu disesaki pengunjung, apalagi saat akhir pekan. Ya, mereka butuh hiburan. Mereka butuh berbelanja dan ber-window shopping.

Tak dimungkiri, Surabaya adalah kota belanja. Dalam memeringati HUT kota, selalu diselenggarakan pesta diskon sebulan suntuk. Tradisi ini sudah ada hampir dua dekade lamanya. Semua pusat perbelanjaan berlomba-lomba memanfaatkan momentum ini untuk mendatangkan pengunjung sebanyak-banyaknya. Hasilnya memang efektif. Mall tak pernah sepi pengunjung.

Itu positif untuk denyut perekonomian kota. Tapi boleh dong warga kota diberi pilihan untuk menyegarkan otaknya dengan bersantai di taman asri yang dipenuhi pohon hijau. Untungnya, pengelola kota masih bisa menangkap keinginan warga untuk bisa menikmati taman kota. Di beberapa spot, lahan-lahan yang sebelumnya tidak begitu berfungsi kini berganti taman asri penuh bunga, seperti yang tampak di kawasan Gubeng, Jalan Sulawesi, dan Ahmad Yani (pintu masuk ke Surabaya dari arah Sidoarjo). Juga, taman kota yang sudah ada dipercantik, seperti Taman Bungkul di kawasan Darmo dan Kebun Bibit di kawasan Nginden. Kini, taman-taman kota legendaris itu semakin cantik, asri, dan membuat betah para pengunjungnya. Dengan dilengkapi fasilitas wi-fi gratis, taman-taman itu pun tampak berkelas.

Cuma sayangnya, belum pernah ada di Surabaya pembebasan lahan untuk dibuat taman atau hutan kota. Yang ada, pembebasan lahan untuk pusat perbelanjaan. Akibatnya, percepatan pertumbuhan taman kota kalah dibandingkan dengan mall. Bisa jadi, hal inilah yang membuat warga kota selalu menyesaki mall, karena mereka tak mempunyai banyak pilihan untuk menyesaki taman kota. Mereka lebih sering berwisata di ‘hutan beton’ daripada di ‘hutan hijau’.

Bagaimanapun, inilah kotaku. Kampung halamanku.


.

29 comments:

  1. selamat ulang tahun yaa kota Surabaya, semakin tua umurnya semakin cantik kotanya semakin subur, makmur penduduknya.
    trims atas infonya, sukses selalu Mas Edwin & tetap semangat

    BalasHapus
  2. selamat ulang tahun untuk kota Surabaya.
    semoga makin maju
    seimbang, memenuhi harapan rakyat seperti yang tertuang pada artikel di atas.

    BalasHapus
  3. hmmm sudah banyak hutan beton juga ya mas?
    dimana anak-anak bisa berlarian menangkap burung? mengejar layang-layang putus?
    duh.....

    *sedang kangen suasana desa seperti waktu masih kecil*

    BalasHapus
  4. sebenarnya sebuah kota disebut maju itu yang bagaimana sih? apakah yang banyak bermunculan mall, bangunan megah, tinggi menjulang?

    ah bingung.....

    BalasHapus
  5. Membayangkan Surabaya lima sampai sepuluh tahun ke depan ...

    BalasHapus
  6. seharusnya surabaya bisa lebih melestarikan bangunan2 kuno yg ada, daripada "memelihara" mall hehehe, selamat ultah buat surabaya kota penuh kenangan :)

    BalasHapus
  7. Selamat ulang tahun Surabaya!

    BalasHapus
  8. Ingat Surabaya ingat Persebaya, Ayo bangkit Persebaya....buat Jawa Timur Bangga!

    BalasHapus
  9. o alah mas, pembebasan lahan buat bikin taman rugi mas..ndaka malah dikencingi dan ditiduri uwong2..sumprit pas ke surabaia tahun lalu puanase puoolll...tapi mending timbang 5 tahun kas, saiki wes mending ada taman, sebelume guersanage...setuja kalo bikin taman kota..

    BalasHapus
  10. Halo Edwin,
    Memang sangat disayangkan bahwa pembangunan kota2 di Indonesia banyak mengorbankan alam padahal taman berfungsi sangat penting sebagai "paru-paru" kota: menyerap polusi dan menampung air hujuan.

    BalasHapus
  11. hmm..surabaya emank makin mall.. pasar tradisional makin lama makin dikit.. :D

    selamat ulang tahun kota surabaya.. semoga makin nyaman, bersih, indah, dan maju aja deh.. semoga maju jg buat persebaya.. heheh..

    hallo mas edwin.. maaf baru kunjungan neh.. salam kenal kembali.. :D

    BalasHapus
  12. saya kalo ke surabaya cuma turun dari bandara terus ke stasiun ke jogja.. :)

    BalasHapus
  13. salam sobat
    selamat hari jadinya kota Surabaya yg ke 717.
    semoga terwujud mas,dibukanya lahan untuk taman atau hutan kota, agar lebih bermanfaat daripada pusat perbelanjaan.

    BalasHapus
  14. selamat ultah sby
    semoga kotanya makin maju
    heheh hujan beton sitilahnya keren uey
    :D

    BalasHapus
  15. wow sudah 7 abad yakk sby
    sukses buat sby

    BalasHapus
  16. sebuah kota atau daerah harus memiliki Ruang Terbuka Hijau RTH sebanyak2 dan seluas2nya demi kenyamanan warga

    BalasHapus
  17. Saya kira tidak hanya di Surabaya sob..tapi di semua kota lainnya di tanah air .. hijaunya lama-lama habis..
    maaf baru bisa mampir sob.. semoga kabar baik

    BalasHapus
  18. kata temenku di surabaya panas ya mas
    tp katanya kuliner disana murah2 dan enak2
    aku pengen bs ke surabaya trus hunting makanan deh hehehe :p

    BalasHapus
  19. makanya aq lebih suka tinggal d desa aja dari pada d kota, di desa itu sejuk

    BalasHapus
  20. Dirgahayu Kota SURABAYA, semoga dengan bertambah usia semakin dekat dengan masyarakatnya.

    BalasHapus
  21. Surabaya memang penuh dgn mall, tapi tidak punya tempat wisata yg representatif. Terakhir ke pantai Kenjeran, terlihat sekali tidak terawat. Sekarang gimana ya kondisinya?
    Bagaimana dgn. Bonbin? Baca di koran, banyak sekali hewan yang mati...

    BalasHapus
  22. Di Bandung juga parah.... mal-mal juga bertumbuhan di mana2, bahkan dekat ITB bakal ada 'Pasar Balubur' yang baru berdiri. Katanya sih konsepnya pasar tradisional dengan konsep modern, tapi toh akhirnya juga bakalan jadi mal. "Enak" tuh.. mahasiswa ITB bisa cuci mata di mal. Yang kasihan justru kebun binatang Tamansari yang sudah 'dikepung' bangunan2 modern, menurut penelitian (walaupun nggak resmi) banyak binatang2nya yang pada stres... :(

    BalasHapus
  23. yah benar, seharusnya antara pusat perbelanjaan dan taman kota seimbang..

    BalasHapus
  24. wah selamat ulang tahun kota surabaya,,, ea seharusnya se imbang antara hutan hijau dengan hutan beton itu,,,, harus saling melestarikan

    BalasHapus
  25. Semaju apapun perekonomian suatu kota, hendaknya tetap mempedulikan lahan hijau yang ada. Semakin banyak lahan hijau yang ada juga membuat kota akan semakin enak dipandang dan dihuni..

    BalasHapus
  26. pantesan ya surabaya panas :D
    sukses terus ya pak.....

    BalasHapus
  27. ternyata kota surabaya itu sudah tua juga yah, hehe

    BalasHapus
  28. Investor pajaknya kan besar ....... kalo penjual toko kelontong kan tidak membayar pajak,,,, Demi kemajuan kota atau untuk menindas rakyat kecil..... hanya pejabat dan Tuhan yang tau.

    BalasHapus
  29. terima kasih atas informasinya

    BalasHapus

 
Toggle Footer
Top