04 Desember 2009
49 comments

Peran Ayah dalam Pertumbuhan Anak

Jumat, Desember 04, 2009
Banyak yang mengatakan seorang ibu mempunyai ikatan batin yang kuat dengan anaknya. Saya pikir itu memang benar. Anak pernah bersemayam dalam rahim ibunya sebelum dilahirkan ke dunia. Dari situlah muncul ikatan batin di antara keduanya.

Lalu bagaimana dengan ayah sebagai ‘pihak eksternal’? Para ayah tak perlu kuatir. Ayah juga berperan penting dalam pertumbuhan anak. Ikatan emosional antara ayah dan anak sangat besar pengaruhnya bagi kecerdasan emosional anak yang akan dibawanya hingga dewasa kelak. Untuk itu perlu dibangun INTERAKSI antara ayah dan anak yang sudah bisa dimulai sejak tahap yang paling dini, yaitu saat sang anak masih berada di alam arwah.

Bagaimana cara ayah menjalin dan mempererat ikatan emosional dengan anak di samping mengemban tugas sebagai kepala keluarga yang harus bekerja untuk mencari nafkah? Berikut ini ada tips-tips yang baik. Para ayah, pay attention please:

1. Persiapan prenatal

Calon ayah sudah bisa memulai perannya saat anak masih ada dalam kandungan ibunya. Merawat istri selama masa kehamilannya sudah memberikan aura dan ‘kesan baik’ bagi bayi yang ada di dalam kandungan. Mengelus-elus perut istri dan mengajak anak bicara adalah wujud ‘perkenalan’ yang baik dengan anak.

2. Aktif merawat bayi

Kini bayi sudah hadir di tengah kedua orang tuanya. Ayah jangan malas belajar mengganti popok, menceboki, memandikan, dan mengasuh bayinya. Jika itu dilakukan, diyakini akan terus terbawa hingga ke depan. Banyak ayah enggan melakukan hal ini. Jika terus begitu, jangan heran anak tidak begitu dekat dengan ayahnya nanti.

3. Bermain bersama

Ketika bayi mulai menapaki masa toddler, lewatkan waktu bersamanya dengan bermain, membaca buku, atau apapun aktivitas yang dapat menyenangkan bayi yang mulai merangkak, belajar bicara, atau belajar berjalan. Ciptakan permainan yang menimbulkan gairah bagi anak.

4. Terlibat dalam kehidupan sosial anak

Ketika anak memasuki usia sekolah, dia sedang memulai kehidupan sosial yang baru. usahakan terlibat dalam kehidupan sosial anak anda dengan mengenali nama teman-temannya atau gurunya –misalnya-, dengan siapa dia bergaul, dan aktivitas apa saja yang dilakukannya.

5. Jadilah pendengar yang baik

Sesibuk apapun kita, luangkanlah waktu utuk mendengarkan cerita sang anak. Biarkan dia berceloteh tentang apa saja. Tunjukkan atensi dan berikan respon konstruktif. Ini penting untuk melatih keterbukaan anak kepada kita. Dengan begitu, anak merasa mempunyai tempat yang sempurna untuk bercerita dan curhat. Dengan menjadi pendengar yang baik, di samping keterbukaan, anda akan menjadikan anak anda terbiasa mengekspresikan dan cakap dalam mengungkapkan sesuatu.

6. Komunikasi yang baik

Terus lakukan komunikasi meskipun anda sedang tidak ada di samping anak. Seperti saat di kantor, misalnya. Sempatkan menelepon ke rumah dan mengobrol sebentar dengannya. Dengan komunikasi yang baik, anak selalu merasa dekat dengan ayahnya sekalipun sedang tidak bersama. Anak juga akan memahami kalau ayahnya sedang tidak bersamanya karena sedang bekerja mencari uang.

7. Percayai anak anda dan berikan kebebasan

Jadilah seorang ayah yang memberikan kebebasan dan dapat memercayai anak anda. Kepercayaan anda akan membuatnya tumbuh menjadi anak yang percaya diri dan mandiri. Jangan mendikte dia untuk melakukan hal sesuai keinginan anda. Sebaliknya, berikan pilihan untuknya.

8. Perlakukan anak sesuai perkembangannya

Semakin bertambah usia, semakin bertambah pula kebutuhan anak. Jangan anda memaksakan dan menganggap anak masih kecil sehingga tetap memperlakukannya seperti bayi.


Tips-tips di atas saya dapat dari majalah Ulul Albab edisi November lalu. Saya tertarik mempostingnya di blog ini karena saya merasakan benar adanya. Beberapa tips sudah saya lakukan saat anak saya masih belum lahir hingga menjelang tiga tahun sekarang. Dan memang terbukti menumbuhkan ikatan emosional yang kuat dengan saya (selain dengan bundanya, tentu saja). Beberapa tips lainnya siap saya praktikkan sesuai dengan perkembangan usia anak saya nanti, yaitu terlibat dalam kehidupan sosialnya saat sudah bersekolah nanti.

Bagi para ayah, silakan dipraktikkan. Sedangkan bagi calon ayah dan yang setidaknya sudah membayangkan suatu saat nanti jadi ayah, boleh dong disimpan untuk jadi referensi :-) Semoga bermanfaat.

49 comments:

  1. artikel yang sangat menarik dan bermanfaat tuk bapak da calon bapak

    BalasHapus
  2. belom mau kawin muda nih bang. hehe. :p

    BalasHapus
  3. pagi mas, ..
    wah lagi menikmati menjadi seorang ayah ya mas he..he..
    yups setuju banget, kl ayah juga harus ikut berperan dalam perkembangan anak. biasanya anak perempuan lebih dekat dengan ayahnya n anak laki-laki cenderung ke ibunya..walaupun mereka juga dekat dengan kedua orangtuanya..saya juga begitu, sangat dekat dengan papa..^_^

    BalasHapus
  4. sip sip...setuju banget...
    jadi ada kerja sama yang baik antara ayah dan ibu untuk mendidik anak-anaknya.
    jangan itu tugasmu, ini tugasku. hehe...

    BalasHapus
  5. buat aku belajar jadi orang tua yg baik juga, makasih sharingnya.

    BalasHapus
  6. hallo mas...
    apa kabarnya?
    dah lama ga saling berkunjung...

    BalasHapus
  7. betul mas, saya sbgai anak terasa sekali didikan orangtua pada saya

    BalasHapus
  8. saya pengen jadi ayah yang keren seperti itu
    habis dolo pas masi ada ayah, nda begitu akrab sih, kebanyakan kerja urusan kantor

    BalasHapus
  9. Artikel yg bagus.. setiap ayah atau calon ayah mestinya baca nih..

    BalasHapus
  10. sip..sip banget postingannya. Wah, mas edwin praktekin juga ya..hebat..hebat

    BalasHapus
  11. Wah, artikelnya mantap bener nih...

    BalasHapus
  12. Mantap nih tipsnya. Moga2 saya sukses mempraktekkannya.

    BalasHapus
  13. Hmmm....bagus nih artikelnya...
    keep blogging ya sob! :)

    BalasHapus
  14. saya kembali lagi ni mas. maaf ya lama nggak ada kabar. hehe...

    yap, bisa diterapin kelak kalau saya jadi bapaknya anak2. hehe..
    kapan ya? ... :)

    BalasHapus
  15. perlu juga tuh pendekatan dalam hal bermain dengan anak, termasuk dalam hal pemilihan mainan :)

    BalasHapus
  16. saya sebagai seorang ayah juga senantiasa berusaha turut serta mendidik dan memperhatikan pertumbuhan anak, soalnya saya ingin sekali anak saya kelak bisa menjadi manusia yang lebih baik dibandingkan ayah dan ibunya... Insya Allah..
    Thanks artikelnya mas edwin... maaf baru bisa silaturahim, maklumlah.. sambil kerja... dan nyusun Diktat Kuliah Manajemen buat mahasiswa saya nih.. hehehehhe

    BalasHapus
  17. kalo kayak gini malah jadi inget ama lagunya katon bagaskara
    lupa sih judulnya tapi masih inget dikit liriknya
    "tidurlah-tidur bidadari kecilku.."
    lagunya buat sang anak waktu masi berusia 6 tahun
    cocok juga buat menjalin jiwa anak-bapak

    BalasHapus
  18. terima kasih banyak atas artikelnya Mas... Bisa jadi referensi sebelum buah hati saya lahir :D.... Salam kenal....

    BalasHapus
  19. terima kasih banyak atas artikelnya Mas... Bisa jadi referensi sebelum buah hati saya lahir :D.... Salam kenal....

    BalasHapus
  20. Perhatian dan kasih sayang seorang ayah memang mutlak bagi perkembangan seorang anak semasa kecil maupun setelah dewasa & berkeluarga.

    BalasHapus
  21. artikelnya bagus mas
    boleh nie aku kasih ke pacarku biar dia blajar hehehe

    BalasHapus
  22. Subhanallah ... kalau saja setiap suami bisa menyaksikan langsung saat istrinya melahirkan.. bukan hanya nunggu diluar kamar dan berdoa.. masya allah betapa berat perjuangan kaum ibu itu.. Insyaalah akan tambah sayang pada istri mapun pada anaknya..

    BalasHapus
  23. Setuju sobat bahwa peran ayah sangat penting dalam pertumbuhan dan pembentukan karakter anak .. tentu tanpa mengesampingkan faktor ibu ya..

    BalasHapus
  24. wes bagus-bagus tuh artikelnya,,,,
    terima kasih gan buat infonya,,,

    BalasHapus
  25. yapz...
    jadilah oayah yang baik...

    BalasHapus
  26. artikelnya sngat mnarik terutama bgi kaum pria, nanti khnt bkal mnjadi calon bapak. he

    BalasHapus
  27. artikelmu bagus banget..! thanks ya buat infonya...! Thanks for share...!

    BalasHapus
  28. artikelnya baguuus, ijin share ya.. mksh ^_^

    BalasHapus
  29. semoga kita sebagai lelaki kelak bisa menjadi ayah yang baik untuk-untuk anak kita semua.

    BalasHapus
  30. peran ayah cukup penting untuk pertumbuhan anak....
    namun kebanyak seorang ayah itu terlalu sibuk bekerja.

    BalasHapus
  31. yang paling susah itu nomer 7...
    karena pergaulan anak-anak sekarang ini sangat parah jadi susah untuk memberikan kepercayaan dan kebebasan kepada anak.

    BalasHapus
  32. I got what you designate, thanks for putting up. Woh I am glad to make this website finished google. Thanks For Share.

    BalasHapus
  33. One thing I have actually noticed is there are plenty of misconceptions regarding the banking institutions intentions if talking about home foreclosure. One delusion in particular would be the fact the bank needs to have your house. The lender wants your dollars, not the home. They want the money they lent you along with interest. Steering clear of the bank will draw the foreclosed final result. Thanks for your publication.

    BalasHapus
  34. Tugas saya nih, sebagai ayah ...

    BalasHapus
  35. sip sip...setuju banget...
    jadi ada kerja sama yang baik antara ayah dan ibu untuk mendidik anak-anaknya.

    BalasHapus
  36. antara ayah dan ibu harus bekerja keras dalam mendidik anak.

    BalasHapus
  37. terima kasih atas informasinya

    BalasHapus

 
Toggle Footer
Top