04 Agustus 2009
13 comments

Coba Mbah Surip Nggak Terkenal…

Selasa, Agustus 04, 2009
In Memoriam Urip Ariyanto (Mbah Surip) 1949-2009

Saya sudah kenal lagu Mbah Surip sejak 2003 lalu. Tidak sekedar kenal, tapi sudah capek dengernya. Kalau orang Surabaya bilang sudah mblenger atau sudah mblokek-mblokek. Bagaimana tidak, saya mendengarnya setiap hari. Bukan saya sih yang memutar kasetnya, tapi orang lain.

Begini, di seberang kantor tempat saya bekerja ada sebuah gedung yang namanya Balai Pemuda. Gedung yang dibangun pada zaman penjajahan Belanda itu adalah tempat anak muda mengekspresikan jiwa seninya. Di gedung yang menjadi salah satu cagar budaya kota Surabaya itu sering diselenggarakan acara musik, pameran kesenian serta kerajinan, dan diskusi budaya. Nah, saat sedang ada acara-acara itulah selalu diperdengarkan lagu-lagu. Dan yang PALING SERING diputar adalah lagu-lagunya Mbah Surip! Dari pagi hingga malam diputar NONSTOP!

Bagi pengunjung pameran atau pengguna jalan raya Jl. Gubernur Suryo yang melintas di depan Balai Pemuda, lagu-lagu itu mungkin tidak dirasa bikin bosan. Itu karena mereka tidak berada di ‘TKP’ secara konstan. Tapi bagi kami yang ngendon di gedung kantor seberang Balai Pemuda, lagu-lagu Mbah Surip setiap hari menjejali telinga kami hingga bikin bete. Apalagi speaker-nya menghadap ke kantor kami. Waduh…waduh…

Saya, teman-teman, dan atasan saya sering mengomel begini: “Waduh, Tidur Lagi… Tak Gendong Kemana-mana…Where Are You Going…MULAI LAGI…!!!” Kami pantas sebel. Habis, lagu-lagu itu terdengar payah. Liriknya ngelantur tidak jelas. Siapa yang menyanyikan lagu itu kami juga tidak tahu. Saya sempat berpikir itu lagunya almarhum Gombloh, penyanyi legendaris Surabaya.

Dua bulan lalu saya kaget saat melihat TV. Lho, itu kan…. Ya, saya melihat video klip lagu “Tak Gendong”. Lagu yang sangat tidak asing di telinga saya. Saya pun baru tahu kalau penyanyinya bernama Mbah Surip dengan penampilan khas: rambut gimbal, topi gaya rasta ala Bob Marley, dan gitar. Dia berasal dari Mojokerto yang berjarak tak jauh dari Surabaya.

Sontak Mbah Surip jadi terkenal. Lagu-lagunya disukai semua kalangan. Tua dan muda. Anak saya yang masih balita pun sudah bisa meniru, “Tak gendong kemana-mana…” Pesona Mbah Surip bisa menembus batas. Seorang teman saya yang suka bergaya hidup glamor, borju, dan high class pun terang-terangan ngefans berat ke Mbah Surip.

Sontak Mbah Surip jadi miliarder. Kantongnya meledak dijejali duit miliaran dari hasil royalti album, ring-back tone, iklan, kontrak acara on-air dan off-air.

Saya harus mengakui, Mbah Surip adalah sebuah FENOMENA. Tak hanya itu, ia juga INSPIRASI.

Tapi, pagi ini Mbah Surip WAFAT! Tentu tidak ada yang menduga selain Yang Maha Tahu. Usia popularitas yang masih MUDA yang baru saja direguk pria TUA itu harus terputus sampai di sini. Simpati meluap dari seluruh penjuru. Tak terkecuali dari presiden yang khusus mengadakan jumpa pers untuk menyampaikan belasungkawa.

Oh, Mbah Surip. Seandainya sampeyan tak pernah seterkenal ini. Seandainya sampeyan tetap bukan siapa-siapa seperti saat lagu-lagumu bikin bete telingaku dulu…

13 comments:

  1. mbah surip di gendong malaikat., selamta jalan ..,

    BalasHapus
  2. Kita kehilangan tokoh seni yang telah membuktikan bahwa sikap jujur, sederhana & gigih dalam hidup pasti akan membawa keberhasilan.
    Kematiannya yang sangat mendadak memberikan pelajaran kepada kita bahwa kita tidak akan pernah tahu kapan hidup ini akan berakhir.
    (wah .. pagi2 sudah berkhotbah)

    BalasHapus
  3. in memory of si mbah fantastis :( rest in peace Sir :|

    BalasHapus
  4. Wekz, dah meninggal? Aku baru tahu...

    Hilang lagi satu tokoh yang memperkaya dunia seni Indonesia.

    Rest in Peace.

    BalasHapus
  5. mampir lg kang bawa es krim :)

    BalasHapus
  6. sayang sekali ya...
    padahal aku lagi coba tuk menghafal lirik lagunya yang terkenal itu..

    BalasHapus
  7. Ternyata Mas Edwin sudah familiar dari dulu ya dgn. lagu2nya Mbah Surip...
    Mbah Surip pergi pada saat beliau di puncak karir, kepergian yang akan selalu dikenang...

    BalasHapus
  8. kasian..br mo menikmati hidup enak,,ehh mati duluan..
    met jalan mbah..mg jalanmu lapang di alam sono

    BalasHapus
  9. mengapa tidak:)

    BalasHapus
  10. Greetings!What's up? :p It's good to know that you are still around this website. How did the last Google update affect your site? It seems that your blog is one of the strongest in the current SERP's! Hope you will maintain the quality, just don't forget about your friends Hope to see you soon!

    BalasHapus
  11. I am writing a paper on romoba vacuum cleaners and I found this post to be very helpful and informative. Thank you.

    BalasHapus
  12. Begitulah hidup, semua sudah menjadi keputusan-Nya

    BalasHapus
  13. terima kasih atas informasinya

    BalasHapus

 
Toggle Footer
Top