11 Mei 2009
28 comments

Dampak Flu Babi, Impor Babi Di-stop

Senin, Mei 11, 2009
IMPOR hewan babi dan produk turunannya yang belum diolah resmi ditutup sementara, menyusul diterbitkannya Peraturan Menteri Perdagangan (Permendag) No. 16/M-DAG/PER/5/2009 tentang “Larangan Sementara Impor Hewan Babi dan Produk Turunannya”.

Permendag tertanggal 1 Mei 2009 tersebut pada intinya melarang sementara impor hewan babi dan produk turunannya yang belum diolah (Nomor HS.01, HS.02, HS.05, HS.30, dan HS.41) dari tujuh negara yang tertular virus flu babi, yaitu Meksiko, Amerika Serikat, Perancis, Kanada, Israel, Spanyol, dan Selandia Baru.

Menteri Perdagangan Mari Elka Pangestu mengatakan, larangan impor itu merupakan salah satu tindakan antisipatif untuk membendung merebaknya virus flu babi (swine influenza) yang telah menyebar di beberapa negara.


“Berdasarkan ketentuan Sanitary and Phytosanitary Agreement sebagaimana diatur WTO, kita boleh melarang sementara impor dalam rangka melindungi kesehatan masyarakat,” katanya.

Peraturan ini resmi berlaku 1 Mei 2009 dan akan dicabut apabila Organisasi Kesehatan Dunia (World Health Organization/ WTO) menyatakan bahwa situasi sudah kembali normal, dalam arti penyebaran virus tersebut telah berhasil diatasi.

Dengan adanya permendag baru tersebut, maka status impor hewan babi dan produk turunannya yang telah dilakukan sebelum berlakunya permendag dapat dimasukkan ke dalam daerah pabean Indonesia, sepanjang tanggal kedatangannya dibuktikan dengan Dokumen Kepabeanan BC 1.1., serta dilengkapi dengan dokumen hasil pemeriksaan Badan Karantina Pertanian atau izin impor dari instansi terkait lainnya.

Adapun babi dan produk turunannya yang tiba di pelabuhan Indonesia pada atau setelah tanggal ditetapkan permendag tersebut wajib diekspor kembali atau dimusnahkan.

Depdag hanya melarang impor dari tujuh negara sesuai dengan Keputusan Menteri Pertanian dari 11 negara yang sudah ditetapkan WHO.

Kendati demikian, terhadap negara-negara yang belum termasuk dalam permendag itu, yaitu Austria, Jerman, Belanda, Swiss, dan Inggris, pihaknya tetap akan berkoordinasi dengan menteri teknis terkait.

(Sumber: Maria Y. Benyamin, Bisnis Indonesia, 2 Mei 2009)

28 comments:

  1. Ya, mungkin karena itu

    BalasHapus
  2. Ya pemerintah mesti peka terhadap isu2 yg terjadi di luaran sana..
    untuk mengantisipasi hal2 yang tidak terduga..

    Peluang Usaha Terapi Ion Elektrik Modal Terjangkau.!!

    BalasHapus
  3. memang babi harusnya tidak ada di tanah air karena sumber penyakit itu dari daging babi.

    BalasHapus
  4. babi emang berbahaya bagi kesehatan tubuh

    BalasHapus
  5. bener banget tuh pemerintah . memang babi luar negeri harus di musnahkan

    BalasHapus
  6. ane setuju ama pemerintah yang menyetop daging babi impor.. top buat pemerintah

    BalasHapus
  7. Semoga saja tidak ada penyelundupan

    BalasHapus
  8. Jangan Makan Babi kalo takut

    BalasHapus
  9. saya setuju juga, sebaiknya kita menjaga nilai2 kita, mungkin pemerintah punya pertimbangan tersendiri, info bagus juga ya!

    BalasHapus
  10. ane setuju ama pemerintah yang menyetop daging babi impor.. top buat pemerintah

    BalasHapus
  11. saya baru tahu kalo daging babi aja diimport
    bukankah penggemar daging ini hanya sedikit saja...

    BalasHapus
  12. Padahal sudah sangat jelas kandungan di dalam babi tidaklah sehat untuk kesehatan tubuh. Apalagi mayoritas penduduk Indonesia muslim, tentu saya sayang setuju bila daging hewan ini di stop.

    BalasHapus
  13. gak pake flu babi juga gak baik buat kesehatan manusia

    BalasHapus
  14. pemerintah harus peka jangan sampai daging yang di impor membawa penyakit bagi masyarakat...

    BalasHapus
  15. pemerintah harus peka jangan sampai daging yang di impor membawa penyakit bagi masyarakat...

    BalasHapus
  16. Kenapa harus pakai daging impor,emangnya daging-daging lokal kita kagak bermutu ya?.

    BalasHapus
  17. Daging babi impor dapat menyebabkan flu babi....emangnya daging babi lokal tidak bisa kena virus flu babi???

    BalasHapus
  18. Bukannya babi di Indonesia itu ternak dalam negeri ya. Baru tahu saya kalau banyak impor juga

    BalasHapus
  19. pastikan jangan makan babi, kalau da sakit hewannya

    BalasHapus
  20. semoga pemerintah bisa lebih waspada sehingga impor daging flu baby tidak masuk indonesia

    BalasHapus
  21. daging babi banyak mengandung penyakit

    BalasHapus
  22. wah untungnya penyakit2 flu binatang sudah berakhir sekarang ini

    BalasHapus
  23. Makin sering berkunjung ke situs ini, makin kaya pengetahuan dan wawasan saya. Terima kasih banyak yang bro anda memang baik hati.

    BalasHapus
  24. terimakasih atas informasinya ya..salam sukses..saya akan sering berkunjung..

    BalasHapus

 
Toggle Footer
Top