01 September 2009
22 comments

Tarawih yang Beradab

Selasa, September 01, 2009

“Shalat tarawih itu ada adabnya. Bacaan dan gerakan shalat seyogyanya dilakukan dengan TENANG dan tidak terburu-buru. Kalau memang niat tarawih 11 rakaat, lakukan dengan semestinya. Kalau memilih 23 rakaat juga begitu. Konsekuensinya, selesainya lebih lambat. Jangan mentang-mentang shalat 23 rakaat, lantas bacaan dan gerakan shalatnya ngebut. Lalu di mana letak tuma’ninah-nya?”

Itu adalah wejangan khatib saat saya shalat Jumat di masjid milik PLN Kantor Distribusi Jawa Timur, di belakang kantor saya, Jumat empat hari lalu. Sang khatib, menurut saya, ingin mengingatkan para jamaah untuk lebih menghargai shalat tarawih –salah satu amalan dalam ibadah Ramadhan- dengan berperilaku semestinya, sesuai tuntunan.

Ucapan itu terus saya ingat sepulang dari masjid. Saya pun tersenyum-senyum sendiri. Kenapa? Saya jadi ingat pengalaman dahulu kala saat saya masih muda banget (lha, emang sekarang sudah uzur banget?). Waktu itu setiap tarawih, saya -dan geng sebaya saya- selalu bergabung di sebuah langgar (surau) di kampung kami, tempat orang tua saya tinggal. Namanya juga anak SD, shalat tarawih selalu diselingi cekikikan, colekan, dan dorong-dorongan. Jadinya, ya memang nggak serius shalatnya. Nah, ‘tindakan yang tidak pantas’ itu diperparah dengan sang imam yang mungkin profesinya pembalap. Rakaat yang dipilih sebanyak 23. Beliau pun mengajak para makmumnya ‘ngebut’ bersama. Ya bacaannya, ya gerakannya. Wuihh, sampai ngos-ngosan..!!

Itu kejadian sekitar 25 tahun lalu. Apakah praktik tarawih yang seperti itu masih ada di zaman moderen sekarang? Kalau saya tanya ke anda, kira-kira jawabannya apa? Hmm, jujur ya, saya yakin anda sepakat kalau jawabannya: MASIH ADA. Yah, sepertinya itu sudah menjadi human nature. Makanya, sang khatib shalat Jumat mengingatkan kemarin.

Ada sebagian masyarakat yang lebih suka shalat tarawih 11 rakaat, yang terdiri dari 8 rakaat shalat tarawih dan 3 rakaat shalat witir. Saya pikir itu cukup fair, saya pun biasanya juga memilih tarawih yang 11 rakaat itu. Bukan karena saya lebih condong ke Muhammadiyah atau NU, atau kelompok lain malah. Bukan. Alasan saya sederhana saja, shalat tarawih 11 rakaat memberikan kesempatan kita untuk menjalankannya dengan tenang di dalam waktu yang relatif singkat. Sementara tarawih 23 rakaat membutuhkan waktu lebih panjang untuk menyelesaikannya. Kalau ada seseorang yang niat shalat tarawih 23 rakaat, maka harus dilaksanakan dengan ikhlas. Bacaan shalatnya harus TENANG, TIDAK TERBURU-BURU, dan TAJWID (intonasi dan pelafalan) yang benar. Gerakan shalatnya harus TUMA’NINAH. Pendek kata, harus KHUSYUK. Semua harus melakukannya. Ya imamnya, ya makmumnya.

Sekian sharing dari saya. Sama sekali tidak ada maksud menggurui, karena saya bukan apa-apa. Ilmu agama saya masih jauh di bawah standard. Saya hanya ingin menyampaikan kembali pesan yang disampaikan khatib shalat Jumat, yang saya pikir itu memang benar, dan saya lihat masih sering ada salah praktik di masyarakat.

Saya harap anda sepakat dengan saya… :-)

22 comments:

  1. siiip dah postingannya. aku baru menjalani 2 tahun terakhir ini sholat taraweh, merasakan nikmatnya kalau ayat2 suci ALQURAN dibacakan dengan tenang dan sholatnya nggak buru-buru (walaupun belum ngerti artinya coz masih belajar) tapi kalau sudah bacaannya cepat dan sholatnya kayak lari maka aku pun susah menjalani sholat jadi seperti arena lari, keringat deh. Selama ini lebih memilih 11 rakaat karena biasanya dilakukan tenang, terasa makna di tubuh dan jiwa. thanks postingannya

    BalasHapus
  2. Edwin ...
    Saya lebih suka yang 11 rakaat karena kalau lebih cenderung untuk bertele-tele akibatnya jamaan yang dibagian belakang & anak2 akan sibuk sendiri2. Tapi mungkin itu hanya terjadi dimasjid yang saya kunjungi

    BalasHapus
  3. Terima kasih ya Mas sudah mengingatkan saya kembali. Biasanya saya ikut yang 11 rakaat; yang penting kan bukan bilangan rakaatnya, tetapi kekhusyukannya.

    BalasHapus
  4. Halo Mas Edwin... wah postingannya bagus nih tentang Shalat Tarawih.. Gmn di masjid tempat mas Edwin Tarawih, masih banyak kah makmumnya? maklum biasanya kalo dah separuh jalan, biasanya shaf nya juga tinggal separuh.. hehehehhe
    Makasih dah main ke rumah saya yg baru...

    BalasHapus
  5. kayaknya dimana-mana sama saja ya? kalau ada imam yang ngebut?
    ya benar sekali, harusnya sesuai niat kita, bacaan tetap sesuai kaidah pelafalan.

    itu kejadian sekitar 25 tahun yang lalu, saat maw Edwin masih SD, jadi umurnya sekarang....?? hehe...bercanda mas....

    BalasHapus
  6. bener banget tu mas...
    kan nggak tiap bulan ya...

    BalasHapus
  7. seepp kang.. bener banged tuhh... terimakasii pencerahannya :)

    BalasHapus
  8. aku juga disini traweh 11raka'at
    enak lebih tenang ga keburu2

    BalasHapus
  9. mas, udah kupasang juga...
    makasi ya...

    BalasHapus
  10. @Goresan Lia: Saya beri dukungan penuh dan doa tuk Mb Lia.
    .
    @ H. Nizam: Mmh, kayaknya di mana-mana sama tuh Mas Harry. Banyak anak kecil suka guyon kalau shalat. Aq dulu juga koq :P
    .
    @ Lina Happy Family: Betul Mb Lina. Toh tuntunan agama tidak mempermasalahkan jumlah rakaat tarawih kan?
    .
    @ Manajemen2000: Rasanya emang berkurang tuh Mas Budi. Makin dekat ujung ramadhan kok makin dikit yg tarawih ke masjid. padahal kan mestinya dianjurkan i'tikaf juga kan. Saya salah satu pelakunya ...
    .
    @ Narti: Kalo di Qatar gmn Mb? Yg jelas imamnya fasih ya bahasa arabnya hehehe. Waktu itu saya kelas 2-3 SD kira2 umur 7-8 thn gitu. Sekarang sih MASIH 33 thn :D
    .
    @ Berry Devanda, Genial, Ria: Hehe moga berguna lho sharingnya. Karna orang pada masih suka debat soal beda rakaat tarawih. Mantabb friens...:-*

    BalasHapus
  11. jadi inget ama masa2 dolo deh
    hehehe...
    saking capek tarwih 23 rakaat, pas rakaat ke delapan langsung pulang witir di rumah

    BalasHapus
  12. Kalo yang ini saya dengar lewat kultum di SCTV mas
    katanya kalo solat tarawih jumlah rakaatnya tidak dibatasi

    BalasHapus
  13. Kalo solat tarawih di Indonesia kadang ada 23 rakaat tapi ayat yang dibaca surat2 pendek. Coba kalo diarab, wah panjang banget

    BalasHapus
  14. jadi diingatkan lagi untuk sholat taraweh...thanks atas pencerahannya sobat...

    BalasHapus
  15. makasih, sobat osi, atas permintaan anda komentar-nya uda saya hapus, saya pribadi minta maaf atas ketidaktahuan hal ini, met malam,tetap jalin persahabtan ya

    BalasHapus
  16. adalakanya taraweh yang 23 rakaat lebih cepat dari yang 11 rakaat

    BalasHapus
  17. Just wish to say your article is as astonishing. The clarity to your submit is simply cool and that i could think you're an expert in this subject. Well along with your permission let me to snatch your feed to stay up to date with forthcoming post. Thanks one million and please continue the rewarding work.

    BalasHapus
  18. saya pernah tarawih, yang solatnya bener bener marathon

    BalasHapus
  19. Wonderful items from you, man. I've be aware your stuff previous to and you're simply extremely wonderful. I actually like what you have acquired right here, really like what you are stating and the way during which you assert it. You make it enjoyable and you continue to take care of to stay it wise. I can't wait to read much more from you. That is actually a tremendous web site.

    BalasHapus
  20. terima kasih atas informasinya

    BalasHapus

 
Toggle Footer
Top