19 Maret 2009
15 comments

Susahnya Mencairkan Cek Internasional

Kamis, Maret 19, 2009
SILAKAN lihat gambar di atas. Selembar cek senilai GBP 254,68 yang dikeluarkan oleh Google Inc yang ditujukan kepada seseorang di Inggris untuk ditagihkan ke Citibank di London, Inggris. Melihat nama sang principal (Google Inc), anda pasti bisa menebak untuk tujuan apa cek itu dikeluarkan. Ya, cek itu adalah hasil pembayaran dari Google Adsense.


Katakanlah cek di atas ditujukan untuk anda di negara ini, Indonesia. Bagi anda yang menekuni bisnis di internet, pasti senang bukan kepalang saat membuka amplop dari Pak Pos yang berisi cek itu. Akhirnya cair juga “honor” hasil “memajang” iklan di website, begitu pikir anda. Anda pun bergegas ke bank untuk menguangkan cek itu.

Apakah urusannya akan lancar begitu anda tiba di bank? Apakah uang cair saat itu juga? Belum tentu. Justru kemungkinan besar anda harus pulang gigit jari. Banyak bank di Indonesia yang alergi dengan transaksi cek seperti ini. Di sinilah, menurut saya, kelemahan sistem pembayaran dengan cek, khususnya dalam konteks di Indonesia.

Ada beberapa hal yang membuat bank-bank di Indonesia enggan menerima pencairan cek internasional, yaitu:

1. Personal/ Company Cheque
Cek yang dikeluarkan Google di atas adalah sebuah Company Cheque. Google dalam hal ini sebagai principal, yaitu pihak yang memberikan amanah kepada bank untuk menangani suatu inkaso kepada bank lain. Google bekerja sama dengan Citibank yang menerbitkan cek itu untuk ditujukan kepada pihak yang ditunjuk untuk menerima pembayaran. Penerima cek nanti akan menagihkannya ke Citibank melalui sebuah bank penagih. Baru setelah Citibank membayar, ia menagih ke si penerbit cek. Nah, di sinilah letak resikonya. Bonafiditas si penerbit (individu atau perusahaan) susah diukur secara nyata, apalagi oleh pihak yang berada jauh di luar negeri. Jadi tidak mengherankan kalau bank di Indonesia menolak cek jenis ini.

2. Kebijakan Preferred Collection
Dalam menangani inkaso cek internasional, ada bank-bank yang memilih bekerja sama dengan salah satu Depository Correspondent tertentu mereka untuk menyelesaikan proses pembayaran ke pihak penerima. Kerjasama seperti ini disebut kebijakan Preferred Collection. Tujuannya agar proses pembayaran lebih cepat dan aman. Contohnya Bank BNI. Untuk menangani inkaso cek internasional, BNI bekerja sama dengan Banker’s Trust Co., (kini menjadi Deutsche Bank) di Amerika Serikat (AS). Cek yang diterima BNI akan ditagihkan ke drawee bank melalui Banker’s Trust yang bertugas menagih dana ke drawee bank.

Kelemahan kebijakan Preferred Collection BNI - Banker’s Trust terletak pada jenis mata uang yang terbatas untuk US Dolar (USD) saja. Selain itu, drawee bank harus berlokasi di AS. Jadi apabila mata uang dalam cek adalah Euro dan/ atau drawee bank berlokasi di luar AS, kerjasama Preferred Collection BNI dengan Banker’s Trust tidak berlaku. Sebagai gantinya, BNI harus menagihkan sendiri ke drawee bank yang tercantum pada cek. Ini beresiko menghabiskan waktu lama dan biaya besar. Juga, ada kemungkinan cek nyasar entah ke mana.

3. Nominal cek kecil vs biaya besar
Coba kita lihat berapa nilai uang pada cek Google di atas. Ya, GBP 254,68. Bagi banyak pebisnis di internet, hasil dari model pay per click senilai itu tentu cukup besar. Jika dijadikan Rupiah, nilainya sebesar Rp 4 juta-an (dengan asumsi kurs 1 Poundsterling= Rp 16.400,00). Wow, lumayan kan. Tapi perlu diketahui, biaya untuk menguangkan cek internasional juga cukup besar. Ada biaya propisi dan ongkos bank koresponden yang harus DIBAYAR DI MUKA. Total bisa sejumlah sekitar USD 50,00 (sebesar Rp 600 ribu dengan asumsi kurs 1 USD= Rp 12.000,00). Belum lagi kita harus sabar menunggu. Paling cepat uang dapat kita terima dalam tempo satu bulan, bahkan bisa dua bulan atau lebih!

Untuk kasus cek Google di atas, penerima cek masih bisa bernafas lega karena hasil pencairan cek setelah dikurangi biaya di atas masih menyisakan surplus yang besar. Lain halnya dengan contoh berikut ini. Saya pernah menerima seorang nasabah yang hendak mencairkan selembar cek sejenis di atas. Cek itu dikeluarkan oleh Clicksor, sejenis penyedia pay per click juga. Nilainya USD 57,50. Setelah dijelaskan kalau biayanya terlalu besar dibandingkan besarnya nilai cek, nasabah itu mundur teratur. Bagaimana tidak, bisa-bisa malah nombok. Dia pun mengeluh karena hampir semua bank yang dikunjungi menolak ceknya. Mulai Standchart, Citibank, BCA, BRI, dan BNI.

4. Prosedur bank
Beberapa bank menerapkan prosedur panjang, bahkan terkesan rumit, dalam menangani inkaso cek internasional. Ada yang menolak mentah-mentah (tapi diucapkan secara halus ke nasabah, tentu saja), ada yang menyuruh si penerima cek membuka rekening di bank lain dahulu. Ada juga yang mau menerima, tapi memperingatkan sejak awal kalau penanganan inkaso seperti itu memakan waktu lama. Menurut pendapat saya pribadi, sikap bank seperti itu berkaitan dengan sifat inkaso cek internasional yang ribet, tidak one-stop service, membutuhkan banyak energi, dan yang utama, cukup beresiko.

5. Hak regres 30 tahun
Dan, resiko yang paling ditakuti bank dalam menangani inkaso cek internasional adalah adanya hak regres atau hak yang dimiliki oleh bank penerbit cek untuk menarik kembali cek yang telah diterbitkannya. Jika bank itu di kemudian hari mendapati ceknya telah dipalsukan, atau pihak principal telah bangkrut sehingga tidak bisa ditagih, maka bank penerbit cek itu berhak menarik cek itu kembali dan menuntut dana hasil pencairannya. Tidak tanggung-tanggung. Hak regres yang dimiliki berlaku hingga 30 TAHUN!

Demikian opini saya berdasarkan pengamatan dan pengalaman mengenai sulitnya mencairkan cek internasional, dilihat dari sisi bank. Jika anda hendak menerima suatu pembayaran dari luar negeri -apakah anda pebisnis di internet, pebisnis di dunia nyata, pekerja atau mahasiswa universitas di luar negeri-, saya sarankan anda tidak menerima sarana cek seperti ini. Pilihlah sarana lain, misalnya Paypal, atau dengan Teletransmitted Transfer jauh lebih baik untuk anda.

15 comments:

  1. ribet juga ternyata....
    ternyata tidak segampang yang dibayangkan...

    BalasHapus
  2. Betul Mas Berry, banyak nasabah yang mengeluhkannya. Tapi mau bagaimana lagi, itu memang kekurangan pembayaran pake cek...

    BalasHapus
  3. aduh...saya punya cek $ 51.25 agustus ini,begitu mau di cairkan ke BCA, biayanya hampir $45, belum lagi waktu lama. Bagaimana ya ? apa bisa cek tsb dikembalikan saja dan minta penggantian/merubah cara pembayarannya ?

    BalasHapus
  4. belum pernah pegang gtuan, hiks, hiks..

    BalasHapus
  5. emang susah nya kenapa sih gan ?

    BalasHapus
  6. mantaaap gan info nya menarik juga :D

    BalasHapus
  7. info nya menarik jfua.... mksih nya udah mau share

    BalasHapus
  8. Thanks admin. Its really helpful. Continue to keep sharing.

    BalasHapus
  9. ilmu yang bermanfaat, terimakasih telah berbagi

    BalasHapus
  10. Wonderful items from you, man. I've be aware your stuff previous to and you're simply extremely wonderful. I actually like what you have acquired right here, really like what you are stating and the way during which you assert it. You make it enjoyable and you continue to take care of to stay it wise. I can't wait to read much more from you. That is actually a tremendous web site.

    BalasHapus
  11. ribet, sekarang uda jamannya transfer elektronik, nice info gan

    BalasHapus

 
Toggle Footer
Top